148

Absolute Craziness

“Tuhan Tidak Bodoh” - Pembahasan Tentang Via Negativa


Dah lama gw pengen nerjemahin artikel ini, tapi kelupaan terus. Last night in a very weird way, ada online conversation yang mengingatkan gw untuk menerjemahkan konsep ini.

So then i write…

Definisi

Via Negativa atau Apophatic atau Negative Theology, adalah teologi yang mencoba mendekati Tuhan melalui negasi (penidakan).

Teologi ini bukannya mencoba mendeskripsikan APA Tuhan itu, tapi sebaliknya mendeskripsikan hal-hal yang tidak dapat diasosiasikan dengan Tuhan. Apa yang Tuhan Bukan

Biasanya teologi ini berkembang bersama dengan mistisisme, yang memfokuskan pada pengalaman pribadi dalam mencerna Realitas Agung (Divine Reality) melampaui persepsi biasa.

Reasoning

Argumentasi pendukung teologi ini adalah demikian,

Pada dasarnya manusia tidak akan pernah dapat mendefinisikan Tuhan dalam kata-kata. Dalam artian, ketika kita mencoba mendefinisikan Tuhan, persepsi serta pemahaman kita terhadap esensi kata-kata yang kita pakai tidaklah cukup untuk mendefinisikan Tuhan.

Seseorang harus mampu melampaui definisi kata-kata untuk memahami keabstrakan Tuhan.

Teologi ini bukanlah ada untuk menolak keberadaan Tuhan, tapi lebih kepada peneguhan bahwa Tuhan tidak mungkin dibatasi, kebenaran merupakan pengalaman pribadi yang tidak dapat dikungkung oleh konsep.

Sederhananya, pendekatan umum dalam mendeskripsikan Tuhan, ie. Tuhan itu baik, Tuhan itu suatu zat MahaKuasa, merupakan pendekatan yang sama sekali salah, karena menyempitkan KeTuhanan dalam konsep-konsep manusia akan ‘kebaikan’, atau ‘zat’  atau ‘kemahakuasaan’.

Lebih Fatal lagi, mendeskripsikan Tuhan dengan cara umum itu sama artinya dengan menempatkan diri diatas Tuhan, dengan mengungkungnya kedalam konsep manusia-sentris.

Manusia Tidak Dapat mendeskripsikan Tuhan, sehingga segala upaya untuk Mengkonseptualisasi Tuhan Adalah Salah.

Contoh

Tantangan

Dalam kehidupan kemanusiaan yang biasa, ‘keyakinan’ sudah merupakan bagian dari ego primal, ego awal. Keyakinan telah menjadi fondasi dasar dari hidup.

Untuk melangkah memahami Tuhan melampaui definisi-definisi yang dipaksakan kedalam pikiran seseorang sejak lahir, diperlukan perjuangan batin dan usaha yang keras, seperti berkelahi dengan ego sendiri, mencoba menghancurkan fondasi diri.

Namun, sebagai sisi yang melegakan, segalanya kembali pada 1 tujuan besar: ‘kembali pada Tuhan’, sehingga kehancuran fondasi diri dan persepsi hanyalah sebuah harga kecil yang harus dibayar.




Leave a Reply

Required fields are marked with an asterisk (*), you may use these tags in your comment: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

 

Theme designed by The Design Canopy
WPMU Theme pack by WPMU-DEV.