salah belok masuk neraka.
Bagi sebagian orang mungkin kata-kata itu terdengar lucu. Padahal filosofi yang mendasari kata-kata itu hasil dari perenungan panjang.
Waktu itu, umurku mungkin masih 6 tahun, atau kurang.
Aku anak pemalas. Hari itu aku ngga mau sekolah. Bokap terganggu tidurnya, kemudian menceburkanku kedalam bak mandi dan memaksaku terendam hingga berjam-jam. Setiap kali aku berusaha keluar, aku ditendang masuk.
Kejam? mungkin.
Bertahun-tahun lewat. Waktu awal sma, aku bertanya ke bokap, well, biarpun bokapku keras dalam memberi hukuman, dia amat sangat terbuka dalam banyak hal lain. Tanyaku:"Kenapa bapak waktu itu sulit memaafkan seorang anak 6 tahun yang mengganggu tidur bapak? Bapak ngga mikir bahwa hasilnya bakalan sefatal aku?"
"Mang" (bokapku memanggilku amang, bahasa batak yang artinya: Ayah)
"Buat bapak memberi dan meminta maaf itu mudah. Tapi dunia tidak pernah memberi maaf, dunia tidak pernah lupa. Sekali salah, kamu pendosa seumur hidup"
"Salah langkah, dan neraka seumur hidup"
"Penting buatmu untuk belajar mengenai konsekwensi setiap perbuatan dari sejak awal, belajar mempertimbangkan keadaan dan resiko-resikonya, belajar mengelola keadaan-keadaan tak terduga"
Dalam perjalanan selanjutnya, aku sering salah memperkirakan keadaan. Salah memutuskan siapa yang dibawa, siapa yang ditinggal, salah memutuskan medan pertempuran, salah mengorbankan, salah memprioritaskan, salah memposisikan diri, dan aku selalu kembali kepada kejadian awal waktu untuk pertamakali aku belajar untuk tidak dimaafkan.
Aku sebenarnya bukanlah orang yang suka menghabiskan waktu untuk mengeluh, sekian belas jam sehari selalu berusaha produktif, tapi hidupku memang penuh dengan penyesalan.
Dan dunia memang tidak pernah memaafkan.
Tapi jika demi mencapai tujuan-tujuanku, aku harus membakar habis neraka, aku rela hancur melumer dan menyatu kedalam realita hingga menjadi tiada.
Theme designed by The Design Canopy
WPMU Theme pack by WPMU-DEV.