76

Absolute Craziness

The Girl: Part I


Dulu aku pernah posting about serial Ed.

Begini ceritanya. Ed adalah seorang bujangan usia 30an yang baru saja kembali di kota asalnya. Dia seorang lawyer dan memiliki tempat bermain bowling. Sebagai orang yg bijak, dia sering menjadi tempat rekan2nya berkonsultasi. Terutama masalah2 hubungan antar manusia.

Tapi Ed sendiri, masih single (karena sebab-sebab yang terlalu panjang untuk diceritakan).

Suatu hari, Ed menemukan dream girlnya. Wajah cukup menarik, baik hati, periang, dan suka tantangan.

Semuanya perfect. Hingga kemudian, perusahaan asuransi tempat sang wanita bekerja memecatnya. Alasannya karena sang wanita memberikan uang asuransi kepada seorang kakek tua pengidap kanker yang pembayaran preminya ga beres. Perusahaan tersebut menuduh wanita tersebut memalsukan surat-surat mengenai kakek tsb.

Ed bertanya, "Apa kamu memalsukannya?" wanita itu bilang:"Tidak".

Ed kemudian menjadi pengacaranya untuk menuntut perusahaan tersebut. Mereka menang, entah bagaimana.

Tapi kemudian… Entah bagaimana lagi (gw lupa) akhirnya Ed tau bahwa wanita itu MEMANG memalsukan surat2 untuk menolong kakek tua yang berpenyakit kanker tadi.

Tujuan wanita tersebut sudah jelas dan mulia.

Tapi bagi Ed: "Tidaklah etis melakukan hal-hal yang salah untuk tujuan-tujuan yang mulia"

Nilai dari karakter bukan hanya dari tujuannya, tapi juga dari caranya. Integritas adalah integritas, whatsoever.

Ed, akhirnya meninggalkan wanita tersebut.

Waktu rekan karibnya bertanya mengapa dia tidak "bending your ideals a bit, what if she’s the one?"

Jawab Ed: "

yeah, some things u can always compromise sometimes, a suit, yeah, a big house, maybe.
….

but The Girl, you cannot compromise about The Girl

"

———

Pernyataan itu menohok gw sampai ke tulang. Karena gw amat mudah untuk bending ideals untuk the girl (yang kukira) i loved (tapi ternyata tidak).

Dimulai dari hal-hal kecil, kebohongan2 kecil, kebencian2 kecil, kemarahan-kemarahan kecil. Pada akhirnya aku kehilangan Philia demi (yang kukira) Agape. Kehilangan respect(karena bending ideals) demi (yang kukira) true love (dan ternyata bukan).

Sebelum Ed, aku sudah samar2 sadar bahwa ketika a relationship has lost the innocence: the first emotional fight, It is no longer worth to continue.

Setelah Ed… aku tidak lagi terburu2 ketika menyukai seseorang. Dan aku berhenti berusaha ketika aku harus kompromi dengan suatu sifatnya yg tanpa integritas atau kasih (dan, believe it or not, prosesnya melalui pertimbangan dan demam berkali2 :p ).

Ada hal-hal yang tidak boleh dan tidak dapat dilanggar dalam aturan pribadi gw. Itulah yang membentuk gw, terlepas dari benar dan salahnya. Itulah gw, There is no other way.




Leave a Reply

Required fields are marked with an asterisk (*), you may use these tags in your comment: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

 

Theme designed by The Design Canopy
WPMU Theme pack by WPMU-DEV.