75

Absolute Craziness

Learning Love (otherwise known as: my rants)


Aku ngga tau apa ini pergumulan setiap orang. Yang jelas aku telah lama mikirinnya. Pernahkah partnermu atau mungkin Kamu sendiri bertanya seperti ini: "Why do you love me?".

Jika jawabannya adalah: "Karena kamu punya Y" atau "Karena sifatmu yang Z",
Entah itu sifatnya fisik(Y=harta, keindahan wajah) ataupun spiritual (Y=Iman) atau bakat (Y=kecerdasan, ketenaran), Apa yang terjadi jika faktor Y dan Z tiba-tiba berubah dan hilang?

Jika Partnermu terkena Alzheimer misalnya, atau ditabrak mobil hingga cacat, atau jika kepribadiannya berubah karena trauma perang, atau bahkan jika perasaannya berubah terhadapmu,

Apakah kamu akan menyayanginya secara sama?

Realitanya, there is a good chance, kamu akan meninggalkan partnermu.

Dan jikapun kamu bertahan, penyebabnya bisa saja karena: kasihan, takut kehilangan rasa nyaman dan kemapanan keadaan,

atau kamu terlalu menyayangi dirimu sendiri sehingga tidak ingin dikata2i "habis manis sepah dibuang" oleh orang-orang yang kamu kenal.

Reality bites.

The truest truth is this: We are alone in this world.

Dan secara ironis, that same truth holds people bersama-sama merayap menjelajah dunia, berteriak, menangis, tertawa, dan melakukan seribu-satu-macam-hal-bodoh lainnya, desperately longing for love.

Dan ketika kita mengira kita menemukannya, kita menjadi takut, dan bertanya-tanya alasan-alasan dari munculnya rasa itu: "Knapa aku menyayanginya?" "Knapa dia menyayangiku?".

Seorang temanku pernah bilang: "Kalau kamu harus bertanya, kamu tidak benar benar in love"

Mungkin kita tidak seharusnya ‘Tanya kenapa’, dan instead: "memahami APA" Love itu secara intrinsik.

Apa sebenarnya love ini, kenapa ada pencarian sedemikian rupa, padahal milyaran fakta menunjukkan bahwa, kita pada akhirnya, MEMANG sendiri didunia ini?

Ok, aku mendengar. Aku tau sebagian dari kamu bakalan ngomong:"Tapi kami sudah menemukan Cinta! Tulisanmu ini omong kosong!"

Well, bersabar sedikit, aku akan bicara tentang itu.

Bangsa Yunani adalah bangsa pecinta. Mereka punya banyak kata untuk menamakan cinta.

Kata pertama adalah Philia. Diterjemahkan di wikipedia sebagai love as friends.

Aku memahaminya dengan sedikit berbeda. Menurutku, philia cenderung kepada fondness, kekaguman, mungkin juga penghargaan, Respect.

Philia akan muncul jika seseorang menghargai orang lain sebagai partner setara. Entah itu bentuknya persahabatan, atau mentorship, atau bentuk2 lain.

Cinta tanpa romantisme katanya, cinta dengan sebab materialis kataku.

Kedua adalah Eros. Diterjemahkan sebagai Passionate Love. Aku lebih senang menyebutnya Burning Love.

Banyak yang mengaitkan eros dengan kekaguman fisik dan seksual, makanya ada kata erotika.

Eros adalah ‘kupu-kupu kecil yang melayang diperutmu’ ketika kamu pertamakali menyayangi seseorang secara romantis, atau ‘rona merah yang muncul di tulang pipi dekat mata’ ketika kamu pertamakali disapa oleh orang itu. :-)

Cinta yang penuh dengan crush dan crash ala remaja.

Kedua aspek rasa sayang itulah yang sering dipakai untuk menjawab dengan: "Aku menyayangimu, KARENA …" (silahkan isi titik-titik tersebut)

Dan seperti yang telah aku coba dekati diatas, jenis-jenis ini mudah sekali hilang, ketika ketertarikan2, dan respect itu hilang.

Ketika penyebab dihilangkan, efekpun hilang, Ya, seperti candu.

Ketiga: Agape diterjemahkan sebagai Love of the soul. Menyayangi regardless everything.

Gw menerjemahkannya sebagai… Unreasonable Love. Orang lain mungkin menyebutkannya sebagai: True Love. Aku bilang: Cinta anugerah.

Agape tetap menyayangi ketika orang yang kamu sayangi berubah, atau bahkan berhenti menyayangimu. Cinta Platonis katanya. Agape tetap berbahagia tanpa cela demi yang disayanginya.

Lalu, bagaimana Agape bisa dijelaskan?

Tidak bisa.

Setiap orang, (mungkin) memiliki 1 orang lain yang dia anggap yang terbaik, terlepas dari bagaimanapun fitur-fitur dari orang tersebut.

Jika kemudian orang itu jatuh dari kuda kemudian cacat, atau jadi gila, atau jadi pembunuh bayaran, atau dilindas tank, atau ditembak kepalanya hingga otaknya berceceran… dia tetap jadi yang terbaik.

Ironisnya, hampir setiap orang tidak mendapatkan Idealisme Agape mereka.

Walaupun memang, kamu selalu dapat berbohong pada orang lain (atau bahkan pada dirimu sendiri) dengan berkata: "You are my true love"

Suatu saat dimasa depan, ketika kamu telah menjadi roti basi, kamu akan kembali bertemu agapemu, sekilas, dan berpikir, why did i love this person at the first place? dan kamu masih tidak menemukan jawabannya.

Kamu akan berpikir-pikir: it could have been different.

Orang-orang yang dengan teguhnya mengatakan bahwa mereka sudah menemukan Agape mereka, seringkali salah. Mereka mungkin baru bertemu Eros, dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa rata-rata eros bertahan selama 18 bulan, jika lebih, well, you’re lucky, jika kurang, then kamu pada dasarnya tidak passionate about partnermu.

Dan Eros secara sederhana dapat dijelaskan sebagai pengaruh dari feromon. Secara tidak sadar mempengaruhi indra penciuman manusia sebagai manifestasi ketertarikan.

Kalian yang menyatakan sudah menemukan cinta, dan mengatakan tulisan ini omong kosong, akan mendapatkan ini dariku:

"Cinta yang kalian sebut-sebut itu kemungkinan besar omong kosong, mari kita lihat 10 tahun dari sekarang, kalian akan menjadi dingin satu sama lain, sebagaimana layaknya sepasang suami istri. Kalian mungkin baru saja merasakan gigitan feromon karya eros untuk dikonsumsi syaraf2 otak"

Apa aku bermaksud menyatakan, cinta sejati itu ngga ada?

Tidak. Tidak samasekali. Yang hendak kusampaikan adalah ini: Cinta sejati saja tidak cukup.

Love requires everything, it DEMANDS everything,

phillia, eros dan agape…. all of them, constantly.

Jika hanya mengandalkan eros… hmmm betapa singkatnya hubungan yang akan terjadi. Pengaruh feromon maksimum 18 bulan kata orang.

Jika hanya mengandalkan philia, betapa melelahkannya, dan betapa palsunya. Coba pikir, Cinta yang hanya dilandasi philia, akan membuatmu setiap saat berpikir: "gimana kalo aku kehilangan kecerdasan/harta/ketenaran"

Dan jika hanya mengandalkan agape, betapa keringnya…

Sebagai penutup, sekitar 6 tahun lalu, aku mendengar lagunya celine dion. Dan disitu aku tersadar mengenai ini,

…When somebody loves you, it’s no good unless she love you: All The way.




2 Responses

You can follow the comments for this article with the RSS 2.0 feed.

i’m agape love :)

1    shahidasamsudin September 22, 2007 11:55 am

how did you find this blog?

2    Staralfur O' September 22, 2007 2:22 pm

Leave a Reply

Required fields are marked with an asterisk (*), you may use these tags in your comment: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 

 

Theme designed by The Design Canopy
WPMU Theme pack by WPMU-DEV.